Tag: Serial Teknikal

Harmonic Patterns

Harmonic Patterns

Serial Teknikal
Pola-pola serasi (harmonic patterns) didasarkan pada perkiraan bahwa dalam pergerakan harga saham sesekali ditemukan pola-pola yang berulang dan konsisten. Pola yang dimaksud dibangun tidak hanya dari 3 titik (A-B-C), melainkan 4 titik (A-B-C-D), dimana kalau persyaratan A-B-C telah terpenuhi, maka letak titik D kemungkinan dapat diprediksi. Metode ini merupakan salah satu pendekatan technical swing trading dengan memanfaatkan perangkat Fibonacci. Jika kau salah satu penggemar chart patterns, maka harmonic patterns ini layak buat kau coba. Kunci sukses memakai ini yakni mengenali teladan tersebut dengan baik. Diagram di bawah ini aku ambil dari Protrader.com Selanjutnya pada diagram di bawah ini memuat pola-pola yang gres belakangan ini aku tau, menyerupai Nen-Star, Cypher, dan Swan....
Mengenal 3 Divergensi Teknikal

Mengenal 3 Divergensi Teknikal

Serial Teknikal
Indikator teknikal merupakan produk turunan dari perhitungan matematika harga dengan maksud memudahkan dalam memahami pergerakan harga yang bersangkutan. Maka umumnya pergerakan harga akan selalu bersesuaian dengan oscilatornya. Namun, ada kondisi dimana terjadi perbedaan arah pergerakan antara harga dengan oscilator. Kondisi menyerupai ini disebut sebagai divergensi. Selain itu divergensi juga dapat terjadi antara harga-indikator, harga-capital flow, harga saham-harga komoditas, harga saham-IHSG, dan sebagainya, dimana yang satu diasumsikan menjadi contoh buat yang lain. Penganut teknikal meyakini bahwa divergensi merupakan sinyal terkuat dari oscilator. Ketimbang melihat persilangan indikator sebagai sinyal, divergensi berpotensi memperlihatkan sinyal yang lebih baik lagi yang pada tuj...
Bollinger Bands

Bollinger Bands

Serial Teknikal
Bollinger Bands (BB) merupakan perangkat analisa teknikal yang diciptakan oleh John Bollinger pada awal tahun 1980-an. Konsep anutan indikator ini yaitu bahwa volatilitas harga bersifat dinamis, bukan statis. Misalnya, untuk menandai sebuah range trading harga, trader biasanya suka memplot garis statis sebagai support dan resisten (SR), dan dibutuhkan harga cenderung 'terperangkap' di area tersebut. BB memakai prinsip yang sama, tapi dengan SR yang dinamis, bukan statis. SR dinamis ini akan berubah sesuai pergerakan harga setiap harinya. Apakah ini menjadi suatu kelebihan BB? Ataukah justru menjadi suatu kelemahan? Kita coba ulas di sini. Rumus Bollinger Bands : Middle Band = 20-day simple moving average (SMA) Upper Band = 20-day Sekolah Menengan Atas + (20-day standard deviation of pri...
Ichimoku

Ichimoku

Serial Teknikal
Goichi Hosoda Ichimoku Kinko Hyo, atau lebih dikenal dengan Ichimoku, merupakan sistem trading yang didesain oleh Goichi Hosoda yang juga berprofesi sebagai seorang jurnalis. Ini mungkin metode analisa teknikal modern dengan jumlah elemen terbanyak, sehingga memahami tehnik ini dirasa agak sulit. Saat aku gres mempelajari Ichimoku ini, kesulitan pertama yang aku hadapi yaitu menghafal elemen-elemen tersebut. Ichimoku memakai bahasa Jepang untuk menamai garis-garisnya, ibarat Tenkan Sen, Kijun Sen, Senkou, dan sebagainya. Kesulitan kedua yaitu memahami sinyal yang dibangkitkannya, alasannya ada aneka macam sinyal yang muncul. Ini penting untuk tetapkan posisi apa yang diambil menurut sinyal tersebut. Saya akan coba menjelaskan wacana metode ini dengan kata-kata aku sendiri menurut apa ya...
Moving Average

Moving Average

Serial Teknikal
Moving Average merupakan indikator teknikal tertua. Indikator ini dihasilkan dengan cara menghitung rata-rata harga tertimbang pada periode waktu tertentu. Misalnya, harga tertimbang yang mau dihitung yakni harga penutupan dalam kurun waktu 20 hari, maka akibatnya rata-rata harga penutupan dalam periode terakhir. Selain diplot pada grafik harga saham, juga bisa diplot pada grafik harga volume. Moving average ini banyak macamnya, mulai dari Simple MA, Exponential MA, Displaced MA, Wilders MA, dan sebagainya, namun apapun pilihan MA-nya tidak akan menawarkan perbedaan hasil yang mencolok. Saya sendiri lebih suka memakai Wilders MA sebab akibatnya yang lebih smoothed. Pertanyaannya, apa gunanya kita menghitung harga rata-rata tersebut dalam periode waktu tertentu? Setidaknya kegunaan MA ini...
Dinapoli Levels

Dinapoli Levels

Serial Teknikal
DiNapoli Level merupakan seni mengukur support dan resisten dengan memakai fibonacci. Tehnik ini diperkenalkan oleh Joe DiNapoli. Konsep dasar metode ini tak banyak berbeda dengan fibonacci lainnya, dimana setiap pergerakan harga naik atau turun dari A ke B akan mengalami retracement sebesar 0.382 s/d 0.618 menuju titik C. Ratio 0.382 dan 0.618 itu disebut sebagai FibNode ditandai sebagai F3 dan F5. Untuk Fibonacci Expansion, DiNapoli memakai 3 buah sasaran yang ia sebut sebagai Agreement, yaitu : COP (Contracted Objective Point) di fibonacci 0.618 OP (Objective Point) di fibonacci 1.0 XOP (Expanded Objective Point) di fibonacci 1.618 Confluence (K) Confluence (K) ialah area dimana terdapat 2 FibNode dari titik AB yang berbeda tapi mempunyai hasil yang hampir sama. Dalam bahasa mudahn...