Tag: Level Trader

Kilas Balik : Jalan Berliku Analisis Saham

Kilas Balik : Jalan Berliku Analisis Saham

Level Trader
Saya merasa bersyukur pernah menikmati profit lewat cara pure mendasar analysis dan pure technical analysis. Itu dicapai tidak dalam waktu bersamaan. Setelah selesai mempelajari analisis fundamental, 4 tahun kemudian barulah saya memahami analisis teknikal. Saya masih ingat, waktu pertama kali mengenal saham, metode yang saya pilih yaitu analisis teknikal, sebab ketika itu saya belum tahu cara menganalisis mendasar dan tak tahu kemana harus belajar. Kaprikornus semua serba otodidak. Saya berusaha sedapat-dapatnya menganalisis saham dengan software Amibroker yang saya punya. Namanya pun newbie, tentulah analisisnya jauh dari memuaskan. Sekali waktu analisisnya tepat, sekali waktu meleset. Butuh 2 tahun buat saya menyadari bahwa saya tak begitu cantik di analisis teknikal. Ini menciptakan sa...
Anti Teknikalis, Terlalu Idealis Atau Terlalu Pesimis?

Anti Teknikalis, Terlalu Idealis Atau Terlalu Pesimis?

Investasi, Level Trader
Kita meyakini bahwa pergerakan harga saham tak lepas dari efek mendasar emiten yang bersangkutan. Kinerja yang manis akan dihargai manis oleh pasar, dan sebaliknya. Begitupun tak jarang terjadi anomali antara mendasar dengan harga sahamnya yang biasa terjadi pada saham gorengan, tapi semakin cerdas pelaku pasar, hal-hal semacam itu akan terkikis dengan sendirinya. Dengan kata lain, tiap kali kita melihat adanya pergerakan yang signifikan terhadap harga saham, hal pertama yang terlintas di otak kita yakni fundamental. Maka antisipasi terhadap mendasar yang paling lazim yakni mengecek laporan keuangan dan mencari informasi / informasi / rumor yang berafiliasi dengan masa depan perusahaan. Pada titik ini analisa teknikal terlihat hanya sebagai data pendukung saja, lantaran diasumsikan awal la...
13 Macam Tipe Player – Bab 3 (Selesai)

13 Macam Tipe Player – Bab 3 (Selesai)

Level Trader
INVESTOR Secara umum investor dipahami sebagai orang yang membeli saham untuk disimpan hingga jangka waktu yang sangat lama. Secara khusus investor dikenal sebagai orang yang sangat menguasai analisa fundamental. Idealisme investor ialah fluktuasi harian di pasar saham merupakan hal yang tak terpantau. Maka satu-satunya cara untuk bisa mengantisipasi itu ialah dengan memegang saham lebih lama, sehingga naik turunnya harga tidak lagi menjadi masalah, alasannya harga saham diyakini akan tetap bergerak menuju ke arah valuasi aslinya. Dan satu-satunya cara untuk menemukan saham dengan valuasi yang menarik ialah dengan analisa fundamental. Berikut ini level-level dari investor : Rookie Investor Merupakan investor pemula. Biasanya sangat antusias mencar ilmu mendasar dengan giat. Keyakinan...
13 Macam Tipe Player – Bab 2

13 Macam Tipe Player – Bab 2

Level Trader
TRADER Idealisme trader yakni bahwa pergerakan harga bisa diprediksi baik buat hari ini maupun besok. Kemampuan memprediksi merupakan salah satu kunci utama keberhasilan trader, selain disiplin. Seorang trader tidak harus buta sama sekali terhadap analisa fundamental. Hanya saja dalam mengambil keputusan, grafik akan selalu menjadi pertimbangan utama ketimbang fundamental. Bisa dibilang senjata utamanya yakni analisa teknikal, dan senjata cadangannya yakni analisa fundamental. Kita mengenal 3 macam trader yaitu Momentum Trader, Position Trader, dan Swing Trader. Apapun pilihannya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semuanya menjanjikan profit yang tinggi, tapi juga resiko yang tak sedikit. Nah, masing-masing pilihan ini masih ada tingkatannya juga. Momentum Trader Level 1 : ...
13 Macam Tipe Player – Bab 1

13 Macam Tipe Player – Bab 1

Level Trader
Saya menganalogikan pasar modal itu ibarat danau uang raksasa, besar dan dalam, yang dikelilingi oleh aneka macam orang-orang yang mencoba untuk mengail uang dari sana. Dari sini bermunculan bermacam-macam tipe-tipe insan yang secara umum mengupas tuntas ihwal caranya menyikapi danau uang tersebut, yang tak lain tak bukan berkenaan dengan caranya menyikapi uang itu sendiri. Ada yang menganggap bermain saham itu mudah, semudah ia mendapat uang itu dari warisan. Ia menjalani keyakinan 'main saham itu mudah' hanya untuk menyaksikan kualitas tradingnya semakin hari semakin jelek sebelum ia tetapkan untuk keluar dari arena. Ada yang menganggap investasi itu sederhana, sesederhana membaca resep kue, dicoba dan bingo.... camilan manis pun jadi! Sebelum hasilnya muncul masalah lain, yaitu resep t...
Melihat Tarian Pasar Dan Ikut Menari

Melihat Tarian Pasar Dan Ikut Menari

Investasi, Level Trader
Gerakan harga saham itu cuma 2, yaitu naik dan turun. Sekalipun dalam kondisi flat, pergerakannya tetap naik-turun, tapi dalam rentang yang sempit dan terbatas. Fluktuasi semacam ini sudah menjadi tontonan harian bagi full time trader. Tapi alangkah sulitnya jikalau harus memahami semua fluktuasi tersebut. Sebagai seorang trader, apakah kita harus menghitung berapa sasaran support dan resisten dengan memakai timeframe per 5 menit, 1 menit, atau bahkan tiap tick? Beda timeframe, beda targetnya dan beda pula sinyalnya. Apakah menari bersama pasar itu berarti harus memantau per menit dan mengikuti semua fluktuasi hariannya? Hmm.... goresan pena ini mungkin akan menarik buat kau simak. Menari bersama pasar (dance with the market) punya pengertian yang berbeda-beda. Ada yang memahaminya ibar...
Cara Menghasilkan Profit Konsisten – Bab 4

Cara Menghasilkan Profit Konsisten – Bab 4

Investasi, Level Trader
Memahami indikator-indikator makroekonomiHal-hal menyerupai tingkat inflasi, tingkat suku bunga, pertumbuhan PDB per tahun, kurs, prediksi pertumbuhan ekonomi ke depannya, dan sebagainya kudu harus diketahui. Ini penting untuk mengetahui kapan harus ikut isu terkini dan kapan harus counter trend. Juga untuk mempertajam insting trader lantaran tidak selalu yang ingin diketahui itu terbaca dari grafik ataupun agresi pasar. Dengan mengumpulkan segala kemungkinan dalam satu analisis, kita dapat melihat citra yang lebih luas wacana kondisi pasar yang sebenarnya. Cara menafsirkan indikator-indikator makro ini pun berbeda-beda pula bagi tiap orang. Contoh yang paling gampang ialah dikala kita melihat nilai tukar rupiah terhadap dollar, maka penafsiran kita akan bermacam-macam satu sama lain. Ada ...
Cara Menghasilkan Profit Konsisten – Bab 3

Cara Menghasilkan Profit Konsisten – Bab 3

Investasi, Level Trader
Jebakan teknikalDibandingkan fundamental, jebakan teknikal ini jauh lebih banyak. Alasan utamanya ialah alasannya ialah analisa teknikal menggunakan hanya 5 macam data yaitu Open, High, Low, Close, dan Volume. Dan sudah menjadi aturan alam, semakin sedikit data yang digunakan, maka semakin banyak model analisa yang dihasilkan. Kelima data ini sukses melahirkan ratusan macam referensi candlestik, ratusan macam referensi grafik, puluhan model breakout mulai dari yang sukses s/d yang gagal, ratusan (atau bahkan ribuan) buah indikator teknikal termasuk kelebihan dan kekurangannya, puluhan macam pilihan sasaran support dan resisten, dan sebagainya. Dan di antara banyak macam pilihan tersebut, kau harus sanggup menentukan 1 model analisa yang paling cocok untukmu. Mungkin kau gres akan menemukan...
Cara Menghasilkan Profit Konsisten – Bab 2

Cara Menghasilkan Profit Konsisten – Bab 2

Investasi, Level Trader
Analisa mendasar bukanlah satu-satunya analisa yang bisa menghasilkan profit konsisten. Tidak hanya analisa mendasar yang bisa menghitung sasaran harga. Analisa teknikal pun bisa. Di teknikal tidak dikenal istilah valuasi, melainkan support dan resisten. Itulah targetnya. Namun dibandingkan fundamental, hitungan sasaran harga teknikal biasanya lebih pendek, kecuali ada indikasi kelanjutan harga atau continuation. Soal tingkat subjektif atau objektifnya, itu tergantung tehnik analisa yang digunakan. Baiklah. Kita blak-blakan saja. Semua pelaku pasar bisa mencari profit dari saham, tapi belum tentu bisa menghasilkan profit konsisten. Dengan demikian mestinya tak banyak cara yang dilakukan, unik, lain daripada yang lain, untuk bisa melaksanakan itu. Coba fikirkanlah sendiri. Saya tak bisa men...
Cara Menghasilkan Profit Konsisten – Bab 1

Cara Menghasilkan Profit Konsisten – Bab 1

Investasi, Level Trader
"I always knew I was going to be rich. I don't think I ever doubted it for a minute." Warren Buffett Tahun 1941 ketika masih berumur 11 tahun, Warren Buffet membeli saham pertamanya. Ia membeli 6 lembar saham preferen Cities Service seharga $38 per lembar (3 lembar untuk dirinya, 3 lembar untuk saudara perempuannya, Doris). Setelah dibeli, harga saham tersebut turun ke $27, tapi kemudian rebound ke $40. Di harga segitu Warren dan Doris menjual saham mereka. Tapi tak berapa lama, saham itu pun meroket sampai tembus $200 per saham. Andai mereka masih memegang saham tersebut, tentunya mereka sanggup menikmati profit yang fantastis. Tapi rejeki di depan mata itu terlewatkan begitu saja alasannya yaitu ketidaktahuan. Tahun 1943 Warren menyampaikan pada seorang temannya bahwa ia akan menjad...