Tag: Indikator Klasik

Dow Theory : The Truth Of Technical Analysis

Dow Theory : The Truth Of Technical Analysis

Indikator Klasik
Pengantar Bagi sebagian orang, Dow Theory cuma dianggap sebagai sebuah teori hapalan saja yang tidak berguna. Sebetulnya, bagi pengguna technical analysis Dow theory ini yaitu dasar dari ilmu technical analysis. Dengan memahami Dow Theory anda akan memperoleh pemahaman menyeluruh dari technical analysis. Pada dikala ini orang eksklusif diberi pelajaran wacana technical indikator. Sedangkan kita harus memahami TECHNICAL INDIKATOR yaitu merupakan BAGIAN KECIL dari technical analysis. Masih banyak metode-metode technical analysis ibarat Dow Theory, Eliot Wave, Turtle, Fractal, Chaos dan lain-lain. Dow Theory hadir sudah semenjak hampir 100 tahun yang lalu. Dengan fluktuasi harga dan teknologi untuk menggerakan market hingga dikala ini, komponen dasar dari teori Dow masih tetap berlaku....
Gaps Alam Grafik (Chart) Saham

Gaps Alam Grafik (Chart) Saham

Indikator Klasik
Gap yakni area (celah) kosong pada grafik harga saham dimana disana tidak ada perdagangan. Biasanya ini terjadi antara penutupan pasar satu hari dan pembukaan pasar hari berikutnya. Banyak hal yang sanggup mengakibatkan hal ini, ibarat contohnya laporan pendapatan emiten yang keluar sesudah pasar tutup pada hari itu. Jika peghasilan secara signifikan lebih tinggi dari yang di harapkan, banyak investor mungkin menempatkan order pebelian untuk hari berikutnya. Hal ini sanggup menimbulkan pembukaan harga lebih tinggi dari penutupan hari sebelumnya. Dan masih banyak lagi hal penting lainnya yang sanggup menimbulkan gaps. Gaps sanggup memperlihatkan bukti bahwa sesuatu yang penting telah terjadi dengan mendasar atau psikologi market yang menyertai pergerakan market dikala ini. Sebelum kita m...
Cut Loss, Is The Right Way?

Cut Loss, Is The Right Way?

Indikator Klasik
CUT LOSS yakni menutup (menjual) posisi yang merugi alasannya harga bergerak berlawanan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.  CONTOH KASUS  Mr. A memperkirakan saham ADRO akan NAIK dari Rp. 1170 ke Rp. 1250. Untuk mendapat laba beliau tetapkan membeli saham tersebut di harga Rp.1170 dengan impian harga akan naik sehingga beliau bisa menjual di level harga yang lebih tinggi atau mahal sehingga akan mendapat selisih keuntungan. Tapi pada kenyataannya, bukannya harga naik malah harga saham tersebut turun ke Rp.1100. Setelah melaksanakan analisa ulang Mr.A berkesimpulan bahwa kemungkinan besar harga akan turun lebih jauh lagi, yang akan menimbulkan kerugian lebih besar lagi. Mr.A tetapkan ! Daripada menderita kerugian yang lebih besar lagi, maka Mr.A menutusk...

Tiga Kunci Perkiraan Technical Analysis

Indikator Klasik
Tiga hal yang harus anda Verifikasi benar sebelum anda sanggup menerapkan analisa technical standar, atau apabila anda mau menerapkan analysis grafik memakai indikator-indikator, sebagai berikut : 1. High Liquidity Likuiditas intinya yaitu VOLUME. Ini berarti bahwa saham yang mempunyai kemampuan untuk diperdagangkan dengan volume yang besar tanpa secara dramatis mempengaruhi harga. Misal, jikalau seseorang membeli saham WIKA atau ASII 100 ribu lembar hari ini, bahwa harga saham dengan sendirinya tidak terpengaruh dengan hal tersebut. Mengapa?, alasannya saham WIKA dan ASII sangat likuid dengan banyak pembeli dan penjual pada ketika tertentu. Likuiditas yang rendah yaitu jebakan bagi investor pemula, sehingga mereka akan gampang mengalami kerugian. Bila  anda membeli saham...