Tag: Harga Pokok BBM

Ihsg Review 07-03-2015

Ihsg Review 07-03-2015

Grafik FNBS IHSG, Harga Pokok BBM
IHSG kembali menciptakan rekor gres dengan tutup di 5514 atau all time high. Level ini hanya terpaut 3 poin dari resisten fibonacci yang ditandai pada grafik ahad lalu. Penutupan kemarin pun menyerupai dipaksakan, dimana harga mulai rally justru sesudah pasca closing. Seperti yang terlihat pada gambar di atas, sesudah menyentuh level ini, ini akan menjadi puncak Minor Wave 3 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V, dan kemungkinan selanjutnya yakni IHSG akan terkoreksi turun menuju gap dalam rentang waktu ideal menyerupai yang ditandai kotak merah. Saya belum melihat kemungkinan adanya skenario lain yang muncul menurut hitungan Elliot Wave. Kaprikornus untuk ketika ini, corat-coret IHSG masih menyerupai di atas yang tak berbeda dari ahad lalu. Apakah ini akan menj...
Bbm, Outlook Ekonomi Ditinjau Darinya – Bab 2

Bbm, Outlook Ekonomi Ditinjau Darinya – Bab 2

Harga Pokok BBM, Inflasi
Mestinya memang BBM RON 88 tidak semahal itu. Untuk jelasnya, saya tampilkan pada illustrasi tabel di bawah ini. Illustrasi Perhitungan HPP Pertamax dan Premium Saya menghitung HPP pertamax dan premium pada 2 tabel yang berbeda sebab nilai ICP-nya berbeda. Hari ini tanggal 01 Januari 2015 harga premium resmi turun dari Rp8500 menjadi Rp7600, yaitu pada ICP $60 dengan kurs IDR-USD Rp12.200-12.300, yang nantinya bisa menjawab kenapa harga premium kini lebih rendah padahal sudah tidak ada subsidi. Sekarang perhatikanlah. Sebelumnya saya menghitung bahwa HPP Premium yaitu Rp10.136 per liternya. Hitungan ini memakai ICP bulan Oktober 2015 yaitu $83.72. Ini bukan ICP buat Premium, melainkan Pertamax. Untuk Premium, nilainya dikurangi 14% dari ICP Pertamax, sehingga nilainya menjadi $83.72...
Bbm, Outlook Ekonomi Ditinjau Darinya – Bab 1

Bbm, Outlook Ekonomi Ditinjau Darinya – Bab 1

Harga Pokok BBM, Inflasi
Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) telah turun terhitung mulai hari ini tanggal 01 Januari 2015. Ini mungkin menjadi kado yang bagus buat rakyat Indonesia, namun belum terlalu bagus alasannya yakni harga premium masih di atas harga sebelum kenaikan, yaitu Rp7600 vs Rp6500. Sebelumnya awal November 2014 kemudian Pemerintah menaikkan harga premium dari Rp6500 menjadi Rp8500 dan Pemerintah menyampaikan itu gotong royong masih ada subsidi Rp1500. Nah, ketika ini Pemerintah menyampaikan premium tidak akan disubsidi sama sekali, kemudian harganya turun menjadi Rp7600. Bagaimana ini sanggup terjadi? Kenapa premium subsidi lebih mahal harganya ketimbang yang tidak disubsidi? Pembahasan ini mempunyai kegunaan nantinya untuk memprediksi outlook ekonomi 2015. Di artikel-artikel sebelumnya, saya memak...