Tag: Ekonomi

2016, Menantikan Bangunnya Raksasa Tidur

2016, Menantikan Bangunnya Raksasa Tidur

Ekonomi
Pada Januari 2016 silam, seorang sobat bertanya pada saya perihal bagaimana masa depan pasar saham ini. IHSG sedang bergerak di fase koreksi minor dengan sasaran yang belum diketahui. Dollar masih bertengger di Rp13800-an. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang semula ditargetkan 5,4% ternyata meleset dan harus puas di 4,7%. Walaupun meleset, nilai ini ternyata masih jauh lebih baik ketimbang pertumbuhan ekonomi global yang hanya 2%. Fed rate yang semula diperkirakan tak berani dinaikkan ternyata malah naik menjadi 0.25% menciptakan BI ketar-ketir antara mempertahankan SBI di level yang tetap 7,5% buat mengimbangi Fed rate atau justru menurunkannya buat memacu pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Menurunkan SBI di ketika dollar sedang menguat bukanlah inspirasi yang bagus. Maka penurunan SB...
Antara Jokowi, Dollar Dan Siklus Ekonomi – Bab 2

Antara Jokowi, Dollar Dan Siklus Ekonomi – Bab 2

Ekonomi, Politik, Valas
Kalau kedua grafik sebelumnya digabung menjadi satu, maka alhasil kira-kira akan menjadi ibarat gambar di atas. Tahun 2015 merupakan tahun dimana pasar sangat sulit diprediksi. Berdasarkan diagram siklus ekonomi, ketika harga komoditas rata-rata sudah cukup rendah, maka diasumsikan siklus ekonomi sedang berada di tahap Kontraksi Awal (Early Contraction). Tapi cobalah perhatikan IHSG pada rentang waktu Oktober 2014 s/d April 2015. Kita dapat melihat IHSG sedang giat-giatnya menanjak di ketika harga komoditas sedang anjlok. Lantas, bagaimana caranya kita dapat memahami bahwa itu di fase Kontraksi Awal? Sulit, lantaran secara budi Kontraksi Awal itu merupakan pergerakan turun sebelum rebound kuat. Lha, ketika itu IHSG sedang bull rally kok, sehingga fase Kontraksi Awal kurang sempurna buat ...
Antara Jokowi, Dollar Dan Siklus Ekonomi – Bab 1

Antara Jokowi, Dollar Dan Siklus Ekonomi – Bab 1

Ekonomi, Politik, Valas
Sekitar bulan Oktober 2015 lalu, para pelaku pasar banyak yang merasa sangat pesimis akan masa depan pasar saham. IHSG sudah terkoreksi -27% semenjak April 2015. Tak ayal banyak hujatan dan makian diarahkan pada pemerintahan yang baru, Jokowi-JK, yang dianggap gagal dalam menjaga situasi ekonomi yang kondusif, bahkan kekisruhan politik dianggap sebagai biang kerok terpuruknya IHSG. (Baca juga : Politikus yang bermain saham). Dollar sudah menyentuh Rp14700, dan sekonyong-konyong bermunculan prediksi bahwa dollar akan menembus Rp15000, bahkan mungkin ke Rp25000. Model prediksi dadakan menyerupai ini sudah menyerupai ritual rutin pelaku pasar. Jika secara umum dikuasai pesimis, maka IHSG akan ditawar ke harga yang lebih rendah, sambil memprediksi dollar, plus menyalahkan pemerintah. Kenapa m...