Ihsg Review 14-03-2015

 Gambar di atas menjelaskan bahwa IHSG sudah menuntaskan  IHSG Review 14-03-2015

Gambar di atas menjelaskan bahwa IHSG sudah menuntaskan Minor Wave 3 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V dan kini tengah menuntaskan Minor Wave 4 of Intermediate Wave (3) of Primary Wave ((3)) of Cycle Wave V. Sebelumnya saya menuliskan di artikel ini bahwa pola koreksi akan berbentuk landai 2-3 minggu, sehingga sangat dimungkinkan untuk bertrading ria jangka pendek. Idealnya pada rentang waktu yang ditandai dalam kotak merah dengan sasaran 5325. Apakah sasaran support dapat lebih rendah? Ya tentu saja bisa. Kalau kau melihat ada 3 garis (hitam, biru, dan merah), maka itu dapat menjadi target-target support IHSG. Dengan kata lain, jangan terlalu terburu-buru untuk mengambil posisi kini ini, terutama untuk tujuan jangka panjang, alasannya yaitu sangat mungkin IHSG belum mencapai level support yang ideal. Pun sehabis mencapai level support nanti harus dinilai dulu apakah situasi dan kondisi sudah / belum mendukung untuk berbalik arah. Makara masih banyak faktor yang harus diperhatikan. Kenapa jadi ribet begini? Karena ini sudah menyangkut duduk perkara makro.

Saya menandai 3 kondisi indecision pada gambar di atas. Indecision merupakan istilah yang saya gunakan untuk menandai dimana pola-pola punya potensi menghasilkan 2 arah. Pertama, dari posisi candlestick. Hari Kamis kemaren, IHSG sempat rebound, tapi tak banyak kelanjutan di hari Jum’at, sehingga membentuk Piercing Candle. Pola candle menyerupai ini punya makna bearish, tapi alasannya yaitu letaknya di bawah, maka pola ini tak ada artinya. Pasar menunggu konfirmasi. Kedua, dari stochastic. Nilainya ketika ini yaitu 23. Saya memberi tanda 20 untuk posisi extreme oversold, sehingga masih terbuka peluang stochastic ini masih akan bergerak turun ke arah tersebut. Apakah harus menyerupai itu? Tidak harus menyerupai itu. Karena itulah saya menandainya sebagai indecision kedua. Ketiga, dari volume. Volume makin usang makin menurun memberi kesan bahwa tekanan jual sudah turun banyak. Apakah ini akan menjadi petanda IHSG akan segera rebound? Jangan buru-buru menyimpulkan ke situ. Kita mesti pertimbangkan kemungkinan yang lain. Perhatikan gambar di bawah ini.

 Gambar di atas menjelaskan bahwa IHSG sudah menuntaskan  IHSG Review 14-03-2015

Candle volume tertinggi berada posisi flat dengan candle volume terrendah. Artinya dalam seminggu ini melulu pasar dalam kondisi indecison, flat dan tak kemana-mana. Ini dapat diartikan dengan tekanan jual yang kecil, atau memang tekanan beli yang belum besar. Lalu perhatikan posisi candle kini sejajar dengan candle tanggal 25 Februari 2015, dimana ada 2 candle yang letaknya overlapping. Lalu lihat volumenya. (Saya tak menandainya di gambar, tapi itu dapat terlihat dengan jelas). Setelah itu selama 5 hari berturut-turut, volume transaksinya cukup besar. Artinya penurunan volume yang terlihat kini ini dapat bukan alasannya yaitu tekanan jual yang mengecil, tapi memang tekanan beli yang belum besar. Berhati-hatilah. Ini merupakan 3 kondisi indecision yang saya tandai di grafik IHSG.

Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap USD, tapi ternyata ini terjadi pada hampir semua mata uang utama. Apalagi, adanya perihal penurunan suku bunga AS menjadi pemicu yang dinilai besar. Dari cnnindonesia.com, Pemerintah akan menjalankan 8 (delapan) paket kebijakan moneter untuk memperkuat nilai tukar rupiah sbb :

  1. Pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai pengenaan bea masuk anti dumping dan bea masuk pengamanan sementara (safeguard) untuk produk-produk impor yang terindikasi dumping.
  2.  

  3. Insentif pajak bagi perusahaan Indonesia yang produknya minimal 30 persen untuk pasar ekspor.
  4.  

  5. Penyelesaian Peraturan Pemerintah (PP) untuk galangan kapal nasional. Nantinya industri galangan kapal nasional tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
  6.  

  7. Meningkatkan komponen Bahan Bakar Nabati (BBN) semoga impor minyak dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat dikurangi.
  8.  

  9. Insentif pajak bagi perusahaan abnormal yang berinvestasi di Indonesia yang tidak mengirimkan dividen tahunan sebesar 100% ke perusahaan induk di negara asal.
  10.  

  11. Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) akan memilih formulasi pembayaran pajak pemilik atau perusahaan pelayaran asing.
  12.  

  13. Mendorong BUMN untuk membentuk reasuransi.
  14.  

  15. Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) akan mendorong dan memaksa proses transaksi di Indonesia menggunakan mata uang rupiah.

Kabarnya kebijakan ini mulai disahkan Senin tanggal 16 Maret 2015 nanti. Tentu saja kita tidak dapat terlalu berharap bahwa rupiah akan menguat spontan, namun biasanya efeknya akan mulai terasa 1-2 ahad sehabis hukum itu diberlakukan. Seperti halnya pelemahan, penguatan rupiah yang terlalu cepat pun juga tidak baik. Semua harus dilakukan secara perlahan-lahan alasannya yaitu banyak perusahaan di Indonesia yang berpatokan pada nilai tukar rupiah ini sebagai pola nilai transaksinya. Bayangkan kalau hari ini Rp13100 / USD, dan besoknya menguat menjadi Rp12000 / USD, perusahaan ekspor akan kelimpungan alasannya yaitu nilai ekspornya turun drastis.

 Gambar di atas menjelaskan bahwa IHSG sudah menuntaskan  IHSG Review 14-03-2015

Grafik FNBS IHSG di atas mencatat bahwa dalam seminggu ini abnormal terus menerus membukukan agresi jual bersih. Semakin turun IHSG, maka semakin bertambah volume jual abnormal ini. Dua hari yang lalu, volume jual ini turun tajam, kemudian kembali mulai bertambah sedikit kemaren. Seolah-olah sehabis melaksanakan agresi jual besar-besaran, mereka beristirahat sejenak. Lalu apa? Lagi-lagi indecision. Disclaimer on.